Wisata : Kampung Baduy dan Tipsnya

33.jpg

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten LebakBanten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Masyarakat Kanekes yang sampai sekarang ini ketat mengikuti adat-istiadat bukan merupakan masyarakat terasing, terpencil, ataupun masyarakat yang terisolasi dari perkembangan dunia luar.
Berdirinya Kesultanan Banten yang secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya pun tidak lepas dari kesadaran mereka. Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin melaksanakan seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993). Sampai sekarang, upacara seba tersebut terus dilangsungkan setahun sekali, berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) kepada Gubernur Banten (sebelumnya ke Gubernur Jawa Barat), melalui bupati Kabupaten Lebak. Di bidang pertanian, penduduk Kanekes Luar berinteraksi erat dengan masyarakat luar, misalnya dalam sewa-menyewa tanah, dan tenaga buruh.

Perdagangan yang pada waktu yang lampau dilakukan secara barter, sekarang ini telah mempergunakan mata uang rupiah biasa. Orang Kanekes menjual hasil buah-buahan, madu, dan gula kawung/aren melalui para tengkulak. Mereka juga membeli kebutuhan hidup yang tidak diproduksi sendiri di pasar. Pasar bagi orang Kanekes terletak di luar wilayah Kanekes seperti pasar Kroya, Cibengkung, dan Ciboleger.

Pada saat ini orang luar yang mengunjungi wilayah Kanekes semakin meningkat sampai dengan ratusan orang per kali kunjungan, biasanya merupakan remaja dari sekolah, mahasiswa, dan juga para pengunjung dewasa lainnya. Mereka menerima para pengunjung tersebut, bahkan untuk menginap satu malam, dengan ketentuan bahwa pengunjung menuruti adat-istiadat yang berlaku di sana. Aturan adat tersebut antara lain tidak boleh berfoto di wilayah Kanekes Dalam, tidak menggunakan sabun atau odol di sungai. Namun demikian, wilayah Kanekes tetap terlarang bagi orang asing (non-WNI). Beberapa wartawan asing yang mencoba masuk sampai sekarang selalu ditolak masuk.

Pada saat pekerjaan di ladang tidak terlalu banyak, orang Kanekes juga senang berkelana ke kota besar sekitar wilayah mereka dengan syarat harus berjalan kaki. Pada umumnya mereka pergi dalam rombongan kecil yang terdiri dari 3 sampai 5 orang, berkunjung ke rumah kenalan yang pernah datang ke Kanekes sambil menjual madu dan hasil kerajinan tangan. Dalam kunjungan tersebut biasanya mereka mendapatkan tambahan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Suku Baduy hidup di area seluas lebih dari 5000 hektar yagn berada di desa Kanekes Leuwidamar kecamatan lebak, lokasinya 38Km dari Rangkasbitung Banten. Baduy terdiri dari 2 bagian yaitu Baduy dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy hidup di 3 kampung, yaitu Kampung Cikeusik, Cikertawarna, dan Cibeo.  Uniknya, suku baduy ini memiliki system pemerintahan nya sendiri, ketiga kampong tersebut dipimpin oleh seorang Pun.

Ada 53 Kampung di Baduy, yang bisa anda jelajahi adalah Baduy Luar. Kebanyakan orang di Suku Baduy memiliki mata pencaharian sebagai petani. Yang mereka tanam adalah padi huma. Selain bertani, baduy juga membuat Tas Koja khas Baduy, selain itu juga mereka sering menjual gula aren ke berbagai daerah ( Banten adalah salah satu penghasil gula aren terbesar di Indonesia, terkenal karena aren batok dan sampai saat ini masih di ekspor untuk Negara Inggris).
Rute menuju Suku Baduy :
Bagi anda yang ingin melihat kearifan suku asli Sunda ini, anda dapat menjelajahi hal-hal unik dari Suku Baduy ini. Caranya adalah :
-Dari Jakarta, anda pergi ke stasiun kereta api Tanah Abang. Setelah itu , anda ambil jurusan Tanah Abang Rangkas Bitung dengan tariff Rp. 4000( ini pake ac, yang tidak pake Ac harganya Rp. 2000) apapun kelas yang anda pilih, perjalanan memakan waktu 2 jam.
-Turun dari kereta, anda berada di Stasiun Rangkas Bitung. Keluar dari Stasiun, cari Angkot Rangkas-Aweh , turun di Aweh ongkosnya sekitar Rp. 4000. Dari Aweh , anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Ciboleger dengan ongkos sekitar Rp. 12.000.. Sebenarnya , bila anda dating lebih dari 10 orang, anda bisa naik Elf dengan harga Rp. 350rb-Rp.500rb. Tawar2an saja, tapi saya lebih menyarankan anda charter angkot bila rombongan berkisar hanya 10 orang, karena tariff charter angkot lebih murah disbanding Elf.
– Untuk yang pake mobil pribadi, anda bisa mengambil jalur Jakarta-Tangerang, nanti dari Tol Tangerang anda keluar Tol Balaraja Timur, ambil Tol Rangkasbitung, keluar dari situ rutenya ikuti angkot Aweh , sampai daerah Aweh tanyakan arah Ciboleger. Perjalann memakan waktu sekitar 3,5 jam. Tol sekitar Rp. 26.000 sekali jalan.
–  Sampai di Ciboleger, anda bisa jalan kaki, untuk yang membawa kendaraan titipkan kendaraan anda di sekitar situ saja. Beri uang, dan pastikan mobil anda aman dengan mengkunci ganda dan menyimpan di tempat teduh, sebaiknya titipkan di rumah seseorang saja.
–  Rute dari Ciboleger menuju Kampung Cibeo jalan sekitar 3,5 jam. Anda sebetulnya bisa naik ojeg. Tapi kurang ngena saja bila anda naik ojek. Sebelum anda sampai ke Kampung Cibeo, anda akan sampai di Kampung Cikakal terlebih dahulu, dimana anda hanya menempuh waktu 2 jam saja. Tidak ada track yang ekstrim, semuanya jalan biasa saja.
– Sebagai Informasi, jangan dating bulan Januari hingga April. Ada tradisi namanya Hapit Lemah dan Kawalu dimana kampong Baduy tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Jadi daripada anda sudah susah payah berjalan jauh, ternyata puun tidak mau menerima anda. Bulan Juli Agustus juga banyak pengunjung, kebanyakan anak sekolah. Sebaiknya anda dating di akhir tahun saja. Bila dating di musim hujan, resikonya di tengah perjalanan , anda kehujanan.
Informasi yang sangat penting bagi anda yang belum pernah kesana mengenai Adat Istiadat Suku Baduy :
Suku-Baduy1.jpg
Quote

1. Masyarakat Baduy Dalam dan semua pengunjung yang datang ke sana pantang teknologi. Warga Kanekes tidak diperbolehkan menggunakan teknologi seperti handphone, kamera, dan  lain-lain. Sebenarnya, agak kurang berguna juga sih, sebab di Baduy tidak ada sinyal sama sekali dan listrik pun juga tidak ada.

2. Disana , anda tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki.

3. Tidak diperbolehkan menggunakan alat transportasi. Sehari-hari, mereka berjalan ke sana-kemari tanpa kendaraan.  Disana tidak ada alat transportasi apapun.4. Tidak boleh merokok dan mabuk-mabukan. Anda yang merokok, berhenti merokok dahulu karena disana anda tidak boleh meroko.

5. Menggunakan pakaian berwarna hitam atau putih (baju sangsang) yang ditenun sendiri. Mereka juga harus menggunakan ikat kepala berwarna putih dan gelang pemberian dari lahir sebagai ciri khas masyarakat Baduy. Sebaiknya selama disana, anda memakai pakaian berwarna gelap.6.Sebainya anda tidak  menggunakan sabun untuk mandi dan pasta gigi. Karena selama ini, orang-orang Baduy menggunakan sabut kelapa untuk menggosok gigi, untuk mandi dan cuci baju mereka pake daun.

Masyarakat Baduy memiliki 5000 hingga 8000 anggota, mereka menetapkan isolasi dari dunia luar, maka dari itu selama anda disana diharapkan anda tidak mengambil foto sembarangan. Mintalah ijin kepada sesepuh disana untuk mengambil gambar bila anda ingin mengambil gambar.
Orang Baduy menggunakan bahasa sunda dengan dialek sunda-banten untuk keseharian mereka. Mereka sendiri bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan lancer walaupun logatnya masih bernada jawa setidaknya bagi anda yang tidak mengeri bahasa sunda, anda bisa berbicara bahasa Indonesia dengan mereka. Orang Baduy sendiri tidak mengenal budaya tulis, dampaknya adalah adat istiadat mereka dan cerita mengenai nenek moyang mereka hanya tersimpan dalam lisan saja.
Merekapun tidak ada yang mengenyam pendidikan di banku sekolah. Sekolah berlawanan dengan adat istiadat mereka. Sejak era Suharto, mereka menolak utnuk membangun fasilitas sekolah di desa mereka. Bahkan hingga hari ini, pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka untuk membangun fasilitas sekolah , tapi mereka tidak mau.
Masyarakat Baduy Luar dulunya adalah masyarakat baduy dalam, ada beberapa hal yang menyebabkan mereka dikeluarkan dari kampong baduy dalam, yaitu karena melanggar adat baduy dalam, atau memang berkeinginan keluar dari baduy dalam, serta mereka menikah dengan anggota baduy luar.  Hal yang membedakan baduy dalam dan baduy luar ( Wikipedia, diakses maret 2013) : 

Quote

• Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik, meskipun penggunaannya tetap merupakan larangan untuk setiap warga Baduy, termasuk warga Baduy Luar. Mereka menggunakan peralatan tersebut dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan pengawas dari Baduy Dalam.
• Proses pembangunan rumah penduduk Baduy Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Baduy Dalam.
• Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
• Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
• Mereka tinggal di luar wilayah Baduy Dalam.

Bagi anda yang ingin jalan-jalan ke masyarakat Baduy, ini adalah itinerary yang dapat anda lakukan selama 3 hari anda disana :
25.jpg

Hari pertama

 
JAKARTA – RANGKASBITUNG – CIBOLEGER – GAJEBOH
Anda bisa pergi ke Ciboleger di pagi hari, memakai mobil membutuhkan 4 jam berkendara. Pergilah jam 7 untuk menghindari kemacetan, nanti sampai disana kurang lebih jam 12.00 siang. Perlu diketahui Ciboleger merupakan gerbang tol menuju suku baduy. Dari Ciboleger, anda bisa trekking ke Kadu Ketug, Balimbing dan Marengo untuk menuju Gajeboh. Jangan lupa anda menyiapkan makan siang, disana tidak ada warung makan, anda siapkan nasi box sendiri saja dari rumah. Untuk penginapan, anda bisa tinggal di rumah puun. Di sore hari, anda bisa trekking ke bukit-bukit yang ada di Gajeboh, nanti disana anda boleh melihat keseharian masyarakat baduy.
Hari ke 2

GAJEBOH – KADU KETER – CIGULA – GUNUNG KENCANA – KAROYA

Di pagi hari, anda bisa memburu sunrise. Setelah sarapan, anda bisa pergi ke Kadu Keter, lalu pergilah ke Cicakal dimana anda akan melihat masyarakat membuat kerajinan seperti tas dan gelang. Lalu dari situ , lanjutkan perjalanan ke Cigula. Untuk makan siang, anda bisa kembali ke Ciboleger. Dari Ciboleger, anda lebih dekat menuju Gunung Kencana, disbanding dari Gajeboh. Trekking ke Desa Jalupang, dimana desa ini merupakan batas masyarakat Baduy dan orang Normal. Kemudian anda bisa pergi ke Karoya dengan menempuh trek sepanjang 2.5 jam pemandangan menuju Karoya ini sangat indah. Sampai di Karoya berbicaralah dengan pemimpin disana untuk meminta ijin menginap, anda bisa lanjut ke Pamoean dimana anda akan mengunjungi masyarakat baduy dalam, setelah puas anda bisa kembali ke Karoya untuk menginap.
Hari Ke 3
KAROYA – GUNUNG KENCANA – RANGKASBITUNG – JAKARTA

Setelah sarapan , anda bisa memulai penjelajahan dari Karoya ke Jalupang. Perjalanan akan memakan waktu 2,5 jam. Di Jalupang sendiri anda akan melihat orang baduy dan orang normal melakukan barter. Orang Baduy sendiri tidak memiliki uang, mereka melestarikan dengan membarter keperluan mereka dengan barang yang mereka hasilkan. Biasanya pasar barter ini ada di minggu pagi. Setelah makan siang, anda bisa kembali ke Gunung Kencana untuk melanjutkan perjalanan ke Gajeboh dan pulang.

Perlu diperhatikan :

bagi anda yang akan kesana ada beberapa syarat sebelum anda pergi yang harus anda ketahui. Disana susah sinyal hp, dan tidak ada listrik, jadi persiapkan semuanya dengan baik, anda bisa mencharge di Ciboleger ( desa terahir yang ada listrik, begitu naik ke atas, sinyalnya langsung timbul tenggelam). Untuk makanan, anda bisa mempersiapkan dari kota, bicaralah dengan seseorang di Ciboleger ( karena banyak yang datang, anda bisa membeli makanan di sana, sekarang sudah banyak yang jual makanan di Ciboleger). Sebelum mengambil foto anda harus meminta ijin kepada ketua disana dimanapun anda berada selama disana.

TIPS MENDATANGI TEMPAT LIBURAN

1. PLANNING
Setiap perjalanan pasti memiliki rencana , Pun demikian dengan liburan, Tidak hanya liburan jarak jauh, dekat pun harus memiliki rencana matang. Bahkan biasanya liburan yang “dekat” lebih memerlukan rencana agar tetap mengasyikan. Dari awal liburan ini sudah memberikan tantangan buat Anda, tapi di sinilah seninya.

2. RUTE
Setelah menentukan tempat mana saja yang akan Anda kunjungi, maka selanjutnya tentukan rute perjalanannya, Jika tempat-tempat tersebut berdekatan maka Anda tidak akan kerepotan dalam menentukan rute. Namun apabila tujuannya berjauhan, maka “tugas tambahan” Anda adalah menentukan rute yang paling efektif. Harus diperhatikan Jangan sampai harus bolak-balik dari satu tempat ke tempat lainnya.

3. TRANSPORTASI
Membawa kendaraan sendiri memang lebih praktis dan nyaman, Namun kembali lagi melihat efektivitas waktunya. Jangan sampai karena membawa kendaran pribadi malah menjadikan Anda kerepotan dan tidak dapat menikmati liburan, Banyak alternatif transportasi. Kereta, Trans-Jakarta atau transportasi umum lainnya. Tidak ada salahnya mencoba hal baru untuk liburan yang seru, kan?

4. BUDGETING
It’s the most important thing ! Tentukan budget! Walau hanya berlibur di dalam kota bukan berarti tidak merancang biaya, Lengah sedikit malah bisa mengeluarkan biayasangat besar. Intinya, dekat atau jauh, budget selalu penting.

Nah, Demikianlah ulasan Singkat dari Hasbihtc yang sudah membahas penjelasan mengenai tempat liburan dan rekreasi yang ada di Indonesia. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat bagi Anda yang hendak melakukan tujuan wisata kebeberapa tempat yang ada di tanah Air, Wassalam Terimah kasih semoga bisa bermanfaat. Dirangkum Dari Berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s